Assalamualaikum pa,
Papa apa kabar disana?
Pasti papa disana udah enak, udah gak sakit lagi seperti kata papa di mimpi,
Alhamdulillah ya pa.
Pa, kita disini kangen banget,
terutama malika yang selalu bilang kangen papa.
Kangen dengar suara papa,
Kangen dengar kalo ngomong gak pernah nyantai,
Kangen tiap pagi pasti udah rempong minta antar ngambil mobil,
Kangen ngeliat papa selesai subuhan dari masjid duduk depan tv,
sambil ngopi, sambil ngobrol sama mama.
sekarang mama tiap subuh duduk depan tv sendirian.
Kangen semuanya tentang papa.
Memang tidak ada yg tau rencana Allah.
Mungkin saja hari ini kita lagi bahagia banget,
tiba-tiba besok bisa saja kita dibuat bersedih.
Siapa yang tahu?
Siapa bilang kehilangan pacar itu sangat menyakitkan?
Seseorang yg mengatakan hal seperti itu pasti belum pernah kehilangan salah satu keluarganya, apalagi kehilangan papa.
Tapi kita sebagai manusia biasa, nggak bisa melawan takdir ya pa.
kita nggak boleh jg bersedih terus,
meratap terus,
apa yang sudah direncanakan Allah,
menjadi takdir Allah,
kita harus tetap sabar dan tawaqal.
Mungkin ini ujian dari Allah utk kita ya pa,
Agar kita semakin sholeh,
Agar kita nggak melulu inget hal-hal duniawi,
Agar anak-anak papa nggak melulu manja,
Doain kita disini pa utk terus bisa sabar menghadapi ujian ini,
agar kita bisa dapat pahala dari Allah pa,
agar Allah dapat menghapus dosa-dosa kita ya pa.
pa, banyak sekali firasat-firasat yang setelah papa pergi baru kita sadari pa.
waktu kita sekeluarga pergi ke Jember, papa minta disisirin rambutnya sama mama.
papa yang dapet arisan, semua uangnya dikasih ke mama dan minta tanggal arisan dimajuin.
papa yang belakangan ini kelihatan lebih bahagia.
Hari ini, tepat dua minggu kepergian papa pada tanggal 12 November 2016.
Sabtu yg menurut kita sabtu kelabu.
Sabtu dimana semua keluarga berkumpul,
untuk mendoakan papa yang kondisinya sudah sangan kritis,
bahkan dokter angkat tangan karena tubuh papa yang sudah tidak merespon obat-obatan yang diberikan.
Masih segar dalam ingatan ya pa,
waktu subuh papa jatuh di kamar,
mama yang teriak-teriak manggil kita di kamar.
Bantuan tetangga yang menggotong papa sampai akhirnya sampai di rumah sakit.
Lima hari di ruang ICU,
dengan alat ventilator yang pastinya sangat menyakitkan untuk papa.
Diagnosa keempat dokter,
papa terkena serangan jantung, stroke, pembengkakan batang otak,
ginjal yang mulai rusak akibat obat-obatan, infeksi paru.
Mengerikan bukan? Hanya karena serangan jantung semua penyakit bisa keluar begitu saja.
Tiga hari pertama di ICU, tubuh papa masih ada respon ya pa,
diajak ngobrol masih keluar air mata, tangan masih bergerak walaupun hanya sedikit pergerakan. Tetapi, hari keempat dan kelima papa semakin drop.
Di monitorpun tensi papa udah nggak kebaca.
Obat yang diberikanpun sudah nggak bisa lagi,
Hidup papa hanya bergantung pada alat ventilator saja waktu itu.
Dan pupil mata papa sudah mulai membesar yang berarti harapan hidup hanya 1%.
Tidak ada waktu sedetikpun yang bisa dilupakan pada kejadian waktu itu,
kenapa sangat sulit ya pa?
Tapi, itu skenario Allah yang nggak bisa kita hindari.
Jodoh, rejeki, kematian, tiga hal yang kita nggak tahu kapan waktunya.
Semuanya hanya menunggu giliran,
apakah kita yang akan ditinggalkan atau kita yang akan meninggalkan.
Ya Allah,
Sampaikan salam sayangku untuk papa yaa..
Papa, Ingatkan kita terus untuk tidak pernah lupa mendoakan papa ya..
Denpasar, 26 November 2016
Dari anakmu yang paling dimanja dan disayang,
Firdha.
Papa apa kabar disana?
Pasti papa disana udah enak, udah gak sakit lagi seperti kata papa di mimpi,
Alhamdulillah ya pa.
Pa, kita disini kangen banget,
terutama malika yang selalu bilang kangen papa.
Kangen dengar suara papa,
Kangen dengar kalo ngomong gak pernah nyantai,
Kangen tiap pagi pasti udah rempong minta antar ngambil mobil,
Kangen ngeliat papa selesai subuhan dari masjid duduk depan tv,
sambil ngopi, sambil ngobrol sama mama.
sekarang mama tiap subuh duduk depan tv sendirian.
Kangen semuanya tentang papa.
Memang tidak ada yg tau rencana Allah.
Mungkin saja hari ini kita lagi bahagia banget,
tiba-tiba besok bisa saja kita dibuat bersedih.
Siapa yang tahu?
Siapa bilang kehilangan pacar itu sangat menyakitkan?
Seseorang yg mengatakan hal seperti itu pasti belum pernah kehilangan salah satu keluarganya, apalagi kehilangan papa.
Tapi kita sebagai manusia biasa, nggak bisa melawan takdir ya pa.
kita nggak boleh jg bersedih terus,
meratap terus,
apa yang sudah direncanakan Allah,
menjadi takdir Allah,
kita harus tetap sabar dan tawaqal.
Mungkin ini ujian dari Allah utk kita ya pa,
Agar kita semakin sholeh,
Agar kita nggak melulu inget hal-hal duniawi,
Agar anak-anak papa nggak melulu manja,
Doain kita disini pa utk terus bisa sabar menghadapi ujian ini,
agar kita bisa dapat pahala dari Allah pa,
agar Allah dapat menghapus dosa-dosa kita ya pa.
pa, banyak sekali firasat-firasat yang setelah papa pergi baru kita sadari pa.
waktu kita sekeluarga pergi ke Jember, papa minta disisirin rambutnya sama mama.
papa yang dapet arisan, semua uangnya dikasih ke mama dan minta tanggal arisan dimajuin.
papa yang belakangan ini kelihatan lebih bahagia.
Hari ini, tepat dua minggu kepergian papa pada tanggal 12 November 2016.
Sabtu yg menurut kita sabtu kelabu.
Sabtu dimana semua keluarga berkumpul,
untuk mendoakan papa yang kondisinya sudah sangan kritis,
bahkan dokter angkat tangan karena tubuh papa yang sudah tidak merespon obat-obatan yang diberikan.
Masih segar dalam ingatan ya pa,
waktu subuh papa jatuh di kamar,
mama yang teriak-teriak manggil kita di kamar.
Bantuan tetangga yang menggotong papa sampai akhirnya sampai di rumah sakit.
Lima hari di ruang ICU,
dengan alat ventilator yang pastinya sangat menyakitkan untuk papa.
Diagnosa keempat dokter,
papa terkena serangan jantung, stroke, pembengkakan batang otak,
ginjal yang mulai rusak akibat obat-obatan, infeksi paru.
Mengerikan bukan? Hanya karena serangan jantung semua penyakit bisa keluar begitu saja.
Tiga hari pertama di ICU, tubuh papa masih ada respon ya pa,
diajak ngobrol masih keluar air mata, tangan masih bergerak walaupun hanya sedikit pergerakan. Tetapi, hari keempat dan kelima papa semakin drop.
Di monitorpun tensi papa udah nggak kebaca.
Obat yang diberikanpun sudah nggak bisa lagi,
Hidup papa hanya bergantung pada alat ventilator saja waktu itu.
Dan pupil mata papa sudah mulai membesar yang berarti harapan hidup hanya 1%.
Tidak ada waktu sedetikpun yang bisa dilupakan pada kejadian waktu itu,
kenapa sangat sulit ya pa?
Tapi, itu skenario Allah yang nggak bisa kita hindari.
Jodoh, rejeki, kematian, tiga hal yang kita nggak tahu kapan waktunya.
Semuanya hanya menunggu giliran,
apakah kita yang akan ditinggalkan atau kita yang akan meninggalkan.
Ya Allah,
Sampaikan salam sayangku untuk papa yaa..
Papa, Ingatkan kita terus untuk tidak pernah lupa mendoakan papa ya..
Denpasar, 26 November 2016
Dari anakmu yang paling dimanja dan disayang,
Firdha.


om dayat disana pasti bahagia fir :)
BalasHapusjangan lupa buat terus doain papamu..