Politik dinasti? Apa salahnya kalau memang mampu?
Mampu korup? Mampu bikin kaya keluarga sendiri? Hehehe..
Entah karena gak mau ribet untuk mencari penerus
pemimpin daerah atau gak mau kebijakan yang udah dibuat dihambat penerusnya, terjadilah
politik dinasti. Biasanya nih politik dinasti terjadi karena dari keluarga yang
paling tinggi jabatannya nih nitip anggota keluarganya yang lain untuk jadi
pejabat desa, kabupaten sampai provinsi. Mereka seolah – olah membuat kerajaan
kecil untuk keluarganya. Kalau kita tau di Inggris ada keluarga kerajaan dari
Ratu Elizabeth II, di Indonesia sendiri nih contohnya kayak keluarganya Ratu
Atut Chosiyah yang punya kedudukan penting di Banten. Banten serasa negeri
kecil yang pemimpinnya dari keluarga itu-itu aja ya hehehe. Padahal nih kalo
kita lihat banyak banget loh dampak negatif dari politik dinasti itu sendiri.
Salah satunya ya terjadi politik korupsi.
Kok bisa terjadi politik korupsi? Jawabannya
sederhana banget loh. Misalnya nih si Bupati bikin kesalahan, nah si bawahannya
ini kan keluarganya juga nih, karena menganggap si Bupati adalah keluarganya
sendiri, jadi bawahannya gak mau negur, apalagi kalau udah dapet “salam tempel”
yaudah makin dibiarin aja kan, yang penting cukup untuk beli mobil sport lah,
hahaha. Karena mereka sibuk memperkaya diri dan membangun dinasti politik untuk
keluarganya, mereka jadi lupa deh sama rakyatnya yang makin hari makin susah,
susah makan, susah sekolah, susah mau jalan-jalan karena jalan rusak gak
dibenerin. Selain itu, politik dinasti ini bikin orang yang mau jadi pemimpin
dan punya kualitas lebih baik jadi terhambat, malah bisa jadi mereka menutup
peluang untuk orang-orang yang berkompeten tersebut untuk membawa rakyat lebih
sejahtera. Mungkin aja nih keluarganya emang berkompeten untuk jadi pemimpin,
tapi kita udah bisa nebak kan gaya berkuasanya kayak gimana. Mungkin gak ada
yang salah kalau terdapat dinasti politik, selama mereka mampu menyejahterkan
rakyatnya dan bersih dari kasus korupsi. Tapi kita perlu ingat juga nih kalau
diluar sana masih banyak calon penerus pemimpin bangsa yang juga berkompeten, rakyatpun
juga harus menjadi pemilih yang pintar dalam memilih pemimpin daerahnya nanti, dan
perlu diingat juga kalau Indonesia ini sistemnya Demokrasi bukan kerajaan yaaa.

Komentar
Posting Komentar