Masih ingatkah
kamu dengan kejadian tragis yang menimpa seorang gadis kecil di Bali yang
bernama Angeline? Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional kali ini, saya
akan mereview sebuah film dalam negeri yang wajib kamu tonton dan akan
menyadarkan kita semua untuk stop kekerasan terhadap anak.
Film “Untuk
Angeline” yang disutradai oleh Jito Bayu
berdurasi 1 jam 30 menit ini dapat membuat air mata kamu jatuh tanpa henti. Film
ini bercerita tentang sepasang suami istri, Santo dan Samidah, yang pindah ke
Bali saat kehamilan sang istri memasuki umur 8 bulan. Karena pekerjaan sang
suami yang hanya menjadi kuli bangunan, saat melahirkan anak pertamanya
pasangan tersebut tidak mampu untuk membayar biaya administrasi rumah sakit. Santo
pun bertemu dengan John, seorang warga Negara asing, serta sang istri yaitu
Terry. Santo meminta tolong kepada John, yang saat itu memang menginginkan
untuk mempunyai anak perempuan, untuk mengadopsi dan melunasi biaya
administrasi rumah sakit. Mereka membuat perjanjian yang nantinya Angeline
dapat bertemu orang tua kandungnya pada saat usia 18 tahun. Ibu mana yang rela
anak yang telah dikandung dan dilahirkan diadopsi oleh orang lain. Samidah tidak
dapat menahan tangisnya saat Angeline dibawa pulang oleh John dan Terry.
Kehidupan Angeline
sangat bahagia karena sang ayah tiri, John, sangat menyayanginya seperti anak
kandungnya. Namun Kevin, sang kakak
tiri, sangat cemburu melihat perlakuan sang ayah terhadap Angeline. Angeline hidup bahagia sampai dengan umur 5
tahun. Ia harus berpisah dengan sang ayah untuk selama-lamanya karena sang ayah
terkena serangan jantung.
Semenjak kematian
sang ayah kehidupan Angeline berubah, tidak seperti seorang putri yang selama
ini ayahnya ceritakan. Ia diperlakukan tidak seperti gadis kecil pada umumnya
oleh Terry dan Kevin. Angeline harus merawat kucing-kucing peliharaan sang ibu.
Ia juga hanya bisa makan makanan kucing tersebut. Sampai akhirnya salah satu
kucing kesayangan sang ibu mati, setelah itu Angeline dinyatakan menghilang…
Film “Untuk
Angeline” tayang di bioskop sejak 21 Juli 2016. Film ini dibintangi oleh
Kinaryosih, Naomi Ivo, Roweina Umboh, Kak Seto, Teuku Rifnu Wikana,Dewi Hughes,
Paramitha Rusady. Film ini merupakan salah satu cara untuk dapat menyadarkan
masyarakat Indonesia agar tidak melakukan tindak kekerasan terhadap anak. Diharapkan
juga kasus kekerasan yang menimpa Angeline menjadi kasus pertama dan terakhir.
STOP KEKERASAN TERHADAP ANAK!!!!

Komentar
Posting Komentar